Mohon maaf saat ini aliran air terhenti di wilayah Perumnas, PCI, Cibeber,GPM, Pagebangan, Jombang Masjid dan Kadipaten Seruni dikarenakan adanya kebocoran pipa Transmisi PDAM Cilegon, Senin 3 Oktober 2022

Detail Berita


image berita

Tasyakuran HUT ke-20 Perumda Air Minum CM, Helldy: Berpotensi Bisnis AMDK


CILEGON- Walikota Cilegon Helldy Agustian menegaskan, pihaknya melihat peluang usaha yang bisa dilakukan Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (CM) dalam mengembangkan unit usaha baru, selain bisnis pokok dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat selama ini. Yakni pengembangan usaha air minum dalam kemasan (AMDK). Helldy melihat masih terbukanya ceruk pasar dalam bisnis air minum ini. Hal tersebut ditegaskan Helldy Agustian dalam acara Tasyakuran perayaan HUT ke-20 Perumda CM (21 Mei 2002-21 Mei 2022), di Kantor Perumda CM, Selasa (31/05/2022). Kata Helldy, di antara potensi pasar yang sudah tersedia selain masyarakat umum, adalah kalangan industri serta instansi dan perkantoran pemerintahan di lingkungan Setda Pemkot Cilegon. “Kita punya 250-an perusahaan dan industri, sekolah-sekolah, delapan kecamatan, serta 43 kelurahan. Ini adalah potensi pasar yang sudah ada. Jadi silakan Perumda dan dinas terkait untuk studi banding misal ke Sukabumi,” katanya. Bahkan kata dia, pihaknya secara langsung akan menginstruksikannya kepada instansi-instansi dimaksud untuk mengonsumsi air yang dikelola oleh Perumda CM. “Jadi nanti di kantor-kantor itu hanya ada air dari wong Cilegon yang dikonsumsi secara kelayakan dan kualitas sudah setara dengan air kemasan yang sudah ada di pasaran, tetapi harga kita lebih murah. Masa iya mereka tidak nurut instruksi walikota,” beber Helldy, seraya menegaskan, sebaiknya perusahaan tidak terfokus pada kenaikan target-target, tetapi perlu melakukan bisnis lain sebagai penopang pendapatan perusahaan. Lanjut Helldy, Perumda CM ke depan perlu melakukan inovasi dan terobosan-terobosan untuk kemajuan perusahaan. “Kalau perlu, bentuk divisi khusus soal future yang secara khusus membahas konsep pemikiran untuk perkembangan perusahaan ke depan. Kalau tidak melakukan apa-apa sampai kapanpun akan begini –begini saja,” ujarnya. Kesempatan yang sama Direktur Perumda Air Minum CM, Taufiqurrohman, mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya terus melakukan terobosan, di antaranya dengan menerapkan sistem digitalisasi seperti dalam billing sistem, baca meter mandiri yang diharapkkan semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi secara online bagi sekitar 20 ribu pelanggan se-Kota Cilegon. Termasuk kerja sama dengan pihak terkait dalam pembayaran rekening pembayaran. “Dengan penerapan sistem digitalisasi ini, sekitar 70 persen pelanggan sudah melakukan pembayaran secara online dan sisanya masih melakukan pembayaran secara langsung di loket,” paparnya. Kendati demikian lanjut Taufiq, masih ada beberapa yang harus terus dibenahi, seperti penurunan angka kebocoran dan pemerataan perpipaan terutama untuk wilayah Kecamatan Grogol dan Pulomerak. Lanjut Taufiq, perusahaan daerah ini dibentuk atau dirikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Cilegon Nomor 8 Tahun 2002 tertanggal 21 Mei, tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cilegon. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan, maka berdasarkan Perda Nomor 06 Tahun 2021, tertanggal 16 Agustus, tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Cilegon Mandiri, PDAM Cilegon Mandiri beralih nama menjadi Perumda Air Minum Cilegon Mandiri. “Tercatat jumlah pelanggan, per tanggal 30 Mei 2022 sebanyak 20.225 pelanggan, terdiri dari golongan industri 4 pelanggan, golongan sosial 241 pelanggan, golongan niaga 1.467 pelanggan, golongan umum 6 pelanggan, dan golongan rumah tangga (RT) sebanyak 18.507 pelanggan,” tutupnya. (abyan)

up